Pengumuman Pemenang Lomba Karya Tulis

December 1, 2016 Uncategorized  No comments

 

Career Expo School Poster (1)

 

 

Selamat malam warga Depdikmat!

 

 

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.

 

Kali ini, akan diumumkan pemenang Lomba Karya Tulis 2016 yang diselnggarkan DKI.Akan disebutkan masing-masing pemenang dari kategori dan satu juara favorit, serta beberapa komentar dari juri yaitu Kang Ginanjar Eka Arli .

Selamat kepada para pemenang 😀 !

 

Untuk puisi, sejujurnya agak sulit menemukan karya terbaik. Satu sama lain mengimbangi, masing2 memiliki kelebihan pada satu sisi dan kekurangan pada sisi lainnya. Begitulah, puisi memang sering menimbulkan persepsi yang berbeda pada setiap pembacanya.

 

Namun begitu, pilihan juri akhirnya jatuh ke puisi berjudul “Jelaga”. Satu hal yang menarik adalah teknik membuat puisj yang dikenal dengan “Lipatdus”. Begitulah, puisi ini dirangkai dengan konsistensi kata perbaitnya 4-3-2-1. Baris pertama terdiri dari 4 kata, baris kedua 3 kata, baris ketiga 2 kata, dan baris keempat satu kata. Tak mudah mencari kata2 yang pas agar dapat bermakna dan sesuai, terlebih dengan ketentuan di atas. Ditambah juga dengan kekayaan diksi yang diangkat, maka poin besar memang layak saya berikan ke karya ini.

Untuk puisi lainnya, jika dibuat dalam bentuk skor, mungkin hasil yang didapatkan cukup sama. Maka, ingat-ingat kembali poin2 penting dalam pembuatan puisi, yakni kesesuaian dengan tema (jika ada), diksi (pilihan kata), rima/irama, amanat, dan orisinalitas. Silakan kembangkan puisi kalian dengan lima poin di atas 🙂

 

Terkait orisinalitas atau kreativitas, maka muncullah kategori karya terfavorit dalam penjurian ini. “Digigit Semut”, karya yang sederhana namun unik. Pada dasarnya segala hal didunia ini adalah sesuatu yang sederhana. Rumus2 matematika pun berawal dari hal sederhana — jika kita telah memahami makna untuk apa dan darimana asalnya rumus2 tersebut. Maka, atas dasar keunikan tersebut, karya ini layak menyandang gelar terfavorit menurut pandangan juri.

 

 

 

Untuk cerpen sendiri, banyak kelebihan dari karya “Semburat Fajar Utara”. Pertama, konflik cerita yang asik. Dari awal, pembaca sudah digiring ke masalah utama. Deskripsi suasana hati, tempat, maupun keadaannya sangat baik. Ditambah dengan diksi (pilihan kata) yang berwarna, membuat cerpen ini tambah semarak.

 

Bagi juri, cerpen ini sudah menggambarkan salah satu sisi dunia kemahasiswaan yang sangat manusiawi yakni “cinta”. Sayangnya, mungkin ending cerita ini dibuat agak terburu-buru. Mungkin jika mau dikembangkan dan diperbaiki kembali, cerita ini akan lebih rapi dan makin sempurna 🙂

 

 

Selamat kepada Yusuf Syarif Firmansyah, Sina Ramdhani, dan Aneu Pebrianti 😀 !!

 

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>