Postulat

May 13, 2013 DR  One comment

Hari/Tanggal    : Jumat, 26 April 2013

Tempat : E.406

Tema : Peran Wanita Muslimah di Masa Kini

Pembicara : Ukhti Neneng

Ringkasan Materi :

Kaum wanita tak diragukan lagi memiliki kedudukan khusus dalam tatanan masyarakat Islam. Kedudukan itu amat mulia tidak mengurangi hak-hak mereka juga tidak menjadikan nilai kemanusiaannya rapuh. Wanita dengan segala tuntutan dan tantangan kehidupannya, mengharuskan mereka untuk tidak hanya sekedar bertahan dalam kehidupannya, tapi harus ikut andil dalam mencermati, mengamati, bahkan menganalisa lebih dalam tentang segala yang terjadi di sekitarnya.

Karena wanita sekarang tidak hanya dihadapkan dengan tuntutan perannya sebagai wanita, akan tetapi dihadapkan juga dengan tantangan konspirasi musuh yang menjadikan wanita sebagai icon penting dalam menyukseskan tujuan mereka, yang diselaraskan dengan Islam, dalam segi  akidah, akhlak dan masalah yang tidak menyimpang dari apa yang sudah digariskan atau ditetapkan oleh Islam. Tidak  boleh  terpengaruh  oleh  sikap  dan  perilaku wanita non-Muslim atau berpaham Barat.  Karena  mereka  bebas  dari pikiran  dan  peraturan-peraturan  sebagaimana yang ada pada agama Islam. Mereka tidak terikat  pada  perkara  halal  dan haram, baik dan buruk.

Maka dari itu, wanita muslimah saat ini dituntut tidak hanya cakap dalam masalah rumah tanggga saja, tapi ditutut bijak dalam menyikapi fenomena-fenomena yang ada agar terjadi balance (keseimbangan) dalam hidup seorang muslimah.

Hal yang harus diperhatikan oleh kaum wanita:

  • Harus sering-sering bertanya kepada diri sendiri apakah kita telah bermanfaat untuk umat
  • Tingkatkan kapasitas diri untuk banyak mendengar
  • Bergabung dengan komunitas yang bermanfaat
  • Menjaga kehormatan diri
  • Jangan lelah untuk membuat karya dan mengajak orang untuk berbuat kebaikan

 

Sebuah kisah teladan :

Muslimah Pakistan , Dr Aafia Siddiqui ilmuwan dan aktivis dakwah, yang dipenjara di Amerika, menderita kanker dan mengalami pelecehan seksual selama dalam tahanan di Bagram. Dr Aafia Siddiqui lahir di Karachi, Pakistan, tanggal 2 Maret 1972. Dia adalah ibu dari tiga orang anak dan juga seorang penghafal (hafiz) Quran. Aafia dan ketiga anaknya itu ditangkap oleh agen intelijen Pakistan. Meskipun beliau diperlakukan dengan semena-mena namun dengan kesabarannya ia terus berjuang di jalan Allah SWT.

Tahukah apa yang Afia katakan kepada ibunya? “Wahai ibu janganlah menangis, saya gembira!” (Subhanallah, kenapa dia gembira?) “Wahai ibu, setiap malam dalam mimpiku Rasulullah SAW mengunjungiku. Lalu Rasulullah SAW mengajakku untuk menemui istrinya Aisyah ra, dan mengenalkannya ke istrinya dan beliau berkata pada Aisyah.. inilah putriku Afia..” Subhanallah

 #Jangan putus asa dan terus berusaha untuk menjadi kaum wanita yang sholehah dan bermanfaat untuk umat

One comment to Postulat

  • phonesexfree says:

    I am continuously browsing online for articles that can help me. Thx!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>